Jumat, 15 November 2013

FOKUS: Lima Aspek Pembenahan AC Milan Melalui Revolusi Barbara Berlusconi

Setelah mengetahui seluk beluk AC Milan, putri Silvio Berlusconi itu ingin mengembalikan kejayaan tim dengan membangun lagi klubnya dari awal.

Barbara Berlusconi mulai bergerak di AC Milan. Menurut artikel yang diterbitkan ANSA minggu lalu, putri dari Silvio Berlusconi itu meminta izin ayahnya untuk melakukan revolusi di AC Milan. Lady B, sapaan akrabnya oleh media Italia, berencana tak hanya mengubah arah klub, tapi juga mengubah kepemimpinan di tim, yang membuatnya langsung berurusan dengan CEO Adriano Galliani.

Lady B memang mendapatkan dukungan dari ayahnya, tapi mantan Perdana Menteri Italia itu juga memiliki kedekatan dengan Galliani. Bahkan, bersamanya, mereka pernah menjadikan AC Milan sebagai kekuatan dominan di jagat sepakbola Eropa.

Namun, Lady B adalah wanita dengan rencana dan di bawah ini, kami mendapatkan lima hal yang ingin ia lakukan untuk mengembalikan kejayaan Rossoneri...

Barbara tak lagi menjadi putri dari Silvio Berlusconi saat ANSA menerbitkan artikel mereka. Artikel yang ada menegaskan bahwa dirinya bukan lagi seorang tamu di rumah seseorang, bukan sekadar lewat. Lady B telah keluar dari bayang-bayang dan langsung berusaha menunjukkan kontribusinya.

Ia masuk ke San Siro dengan sendirinya. Ia mengamati, belajar dan memahami apa yang ada di depannya. Ia selalu menghormati peran setiap orang dan terus berada di sisi lapangan. Sampai sekarang. Saat ini, ia sudah merasa siap memberikan klub identitas yang baru. Meski membantah akan mendepak Galliani, ia mengakui harus ada perubahan filosofi klub. Secara khusus, Lady B ingin memisahkan sukses masa lalu dan menghadapi masa depan dengan berbeda, dengan jalan yang lebih dinamis.

Untuk bisa melakukannya, ia harus menghadapi tantangan sebuah tradisi. Ia harus menghadapi kekuatan yang saat ini dipegang Galliani. Silvio pastinya ingin keduanya saling bekerja sama, tapi bisa menyatukan kedua pihak dengan karakter yang berbeda 180 derajat bukan hal yang mudah. Bahkan akan sulit menavigasi sebuah kapal jika dua orang mendayung ke arah yang berlawanan.


2.MENGEMBALIKAN DNA MILAN YANG LAMA: MENARIK KEMBALI MALDINI



Lucu memang bila di setiap pembaharuan selalu melibatkan orang-orang di masa lalu. Paolo Maldini pantas menjadi personifikasi dari AC Milan, traktif, berbakat dan sukses. Ia mengenakan jersey Rossoneri selama bertahun-tahun, menunjukkan gaya AC Milan, yang sepertinya sudah hilang belakangan ini. Mengakhiri masa pengasingan dirinya mungkin bisa mengembalikan DNA klub dan menghapus rasa malu.

Mengembalikan Maldini ke klub akan membantu Berlusconi menjauhkan proyeknya dari rezim lama. Malah, bukan lagi menjadi rahasia Galliani tak pernah memiliki rapor bagus bersama mantan kapten AC Milan itu. Masalahnya adalah bagaimana menemukan peran yang tepat buat Maldini di klub. Pastinya peran tersebut harus terlegitimasi, bukan sekadar sebagai duta klub. Pertanyaannya, apakah ia memiliki kemampuan manajerial?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar