Kamis, 21 November 2013

10 Pemain Legendaris AC Milan

AC Milan merupakan salah satu klub tersukses di jagad sepakbola. Status itu tak lepas dari peran besar para talenta luar biasa yang pernah bermain untuk mereka.

Dari dahulu hingga sekarang, banyak pemain hebat di kubu merah-hitam kota Milan, tapi hanya beberapa yang pantas disebut legenda.

Berikut ini sepuluh pemain paling legendaris dalam sejarah Milan. 

 
10. Cesare Maldini
Cesare adalah perintis dinasti Maldini di Milan.Dia bergabung dengan AC Milan dari Triestina pada 1954 silam. Tahukah Anda? Cesare juga seorang pemain belakang.Berkat Cesare pula, AC Milan mendapatkan kapten terhebat sepanjang masanya, Paolo Maldini. 



 9. Kaka

Kaka mendarat di Milan dari Sao Paulo pada 2003 dengan biaya transfer sebesar 8,5 juta Euro.
Tak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan tempat di starting line-up dan 'melempar' si jenius Manuel Rui Costa ke bangku cadangan.Kaka telah memberi kontribusi besar selama 2003 hingga 2009.Dia adalah inspirator Milan ketika menjuarai Liga Champions 2006-2007 sebagai top scorer turnamen sekaligus best player.Pada 2009, Kaka meninggalkan San Siro menuju Santiago Bernabeu dengan transfer senilai 65 juta Euro.Banyak pihak mengharap Kaka bisa menjadi kapten Milan, tapi dia ingin bermain untuk Real Madrid, dan harapannya terkabulkan. 





8. Marco Van Basten

Van Basten adalah salah satu pemain hebat yang pernah ada.Pada Maret 2007, Sky Sports menempatkan Van Basten di posisi teratas dalam daftar pesepakbola terbaik dengan karier singkat.Cedera memang menghancurkan sang legenda Belanda, tapi dia telah menunjukkan kepada dunia sebuah permainan yang luar biasa.




7. Gunnar Nordahl

Nordahl dianggap sebagai pemain terbaik dalam sejarah persepakbolaan Swedia.Namun yang membuat Nordahl masuk daftar legenda Milan bukanlah itu, akan tetapi karena rekor golnya untuk Milan yang hingga kini belum terpecahkan.Dia masih menyandang status top scorer abadi Milan dengan 221 gol dalam 268 penampilan (1949-1956). Torehan yang luar biasa!Dia juga, sampai sekarang, masih tercatat sebagai pemain tersubur kedua sepanjang sejarah Serie A dengan 225 gol, 210 bersama Milan dan 15 bersama Roma, setingkat di bawah Silvio Piola (274 gol).


 
6. Mauro Tassotti
 
 Tassotti bermain selama 17 tahun untuk Milan.Selama periode 1980-1997, bek sayap yang sangat hebat dalam menjelajah sektor kanan lapangan itu telah ikut membantu Milan memenangi sederet trofi bergengsi.Tiga trofi European Cup/Liga Champions, tiga Piala Super Eropa, dua Piala Interkontinental, lima Scudetto Serie A dan empat mahkota Supercoppa Italiana merupakan sumbangsih Tassotti untuk Milan.Tasssotti membukukan total 583 penampilan dan 10 gol bersama Milan.
 
 
 
 
5. Andriy Shevchenko
 
 Salah satu mesin gol terbaik yang pernah ada. Pria yang menempati urutan kedua dalam daftar top scorer sepanjang masa Milan.Sheva dikenal karena kemampuan finishing-nya yang luar biasa.Dia mengukir 175 gol dalam 322 penampilannya untuk Milan.Legenda Ukraina eksekutor penalti penentu kemenangan atas Juventus di final Liga Champions 2003 itu menghiasi kariernya di Milan dengan sejumlah penghargaan individual, dan yang paling bergengsi adalah Ballon d'Or 2004.
 
 


 
4. Alessandro Costacurta

Costacurta adalah bek sentral tangguh dan merupakan salah satu jebolan terbaik akademi Milan.Bersama Baresi, Tassotti dan Maldini, Costacurta menciptakan barisan pertahanan terhebat di Serie A serta Eropa selama era 1990-an.Dia memperkuat Milan dari 1986 hingga 2007 dan turut memenangi tujuh Scudetto.19 Mei 2007 adalah penampilan terakhirnya di San Siro ketika Milan dikalahkan Udinese 2-3. Dia mencetak satu gol dari titik putih. Dia ditarik keluar pada penghujung laga dan mendapatkan standing ovation dari para tifosi setia Milan.
 
 
 
 
3. Gianni Rivera
 
 Rivera dijuluki the Golden Boy persepakbolaan Italia.Dia memperkuat Milan sejak 1960 sampai 1979 dan mencetak total 164 gol dalam 658 penampilan.
Gelandang kelahiran Alessandria itu merupakan salah satu peraih Ballon d'Or sebagai pemain Milan, yaitu ketika dia memenanginya pada 1969 silam.Tiga gelar Serie A dan dua European Cup ikut disumbangkannya untuk sang raksasa Italia.
 
 
 
2. Franco Baresi
 
Baresi adalah salah satu bek terbaik dalam sejarah.Dia merupakan tembok baja di lini pertahanan Milan dan timnas Italia selama hampir lebih dari dua dekade.Baresi sempat diajak Giuseppe, saudaranya yang kemudian menjadi legenda Inter Milan dan kini menjabat asisten pelatih sang rival sekota, untuk menjalani trial di Inter, tapi dia ditolak. Baresi tidak menyerah dan menjajal 'adu nasib' ke tim primavera Milan. Dia diterima, lalu berhasil menciptakan legendanya sendiri.
 
 
1. Paolo Maldini
 
Salah satu pemain paling loyal dalam sejarah Milan. Dianggap sebagai pemimpin paling hebat oleh para koleganya sesama pesepakbola, dan itu membuat dia mendapatkan julukan Il Capitano.Dia adalah pemain dengan masa pengabdian terlama di Milan, yaitu 24 tahun dan 132 hari (dari 20 Januari 1985 sampai 31 Mei 2009).Dia adalah pria yang membukukan penampilan terbanyak untuk Milan, yaitu 902.Dia adalah pemenang tujuh Scudetto, satu Coppa Italia, lima Supercoppa Italiana, lima European Cup/Liga Champions, lima Piala Super Eropa, dua Piala Interkontinental dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA Dia adalah Paolo Maldini, simbol, legenda Milan, dan salah satu bek terbaik yang pernah ada.
 
 

Legenda Pemain Sepakbola AC Milan





AC Milan adalah salah satu tim raksasa di liga seri A Italia yang tersukses di Eropa bahkan dunia. Predikat ini tidak lepas dari dukungan besar para pemain yang pernah membela tim ini. Dari dulu sampai sekarang, banyak sekali pemain hebat di klub yang berjuluk Rossoneri ini, namun hanya beberapa yang disebut sebagai legenda. Berikut legenda pemain sepakbola AC Milan:

1. Cesare Maldini : Cesare Maldini merupakan perintis generasi Maldini di AC Milan. Ia bergabung dengan Rossoneri dari Triestina di tahun 1954 lalu. Berposisi sebagai pemain belakang yang kuat dan cepat. Berkat Cesare juga, AC Milan mempunyai kapten terbaik sepanjang masanya yaitu Paolo Maldini

2. Kaka : Kaka bergabung bersama AC Milan pada tahun 2003, sebelumnya ia bermain untuk Sao Paulo di Brazil. Nilai transfer yang harus dikeluarkan Milan adalah 8,5 juta Euro. Tidak perlu waktu yang lama baginya untuk memperoleh tempat di skuat utama serta membuat si jenius ‘Manuel Rui Costa’ menghangatkan bangku cadangan. Kaka sudah memberi kontribusi yang besar selama 6 tahun di Milan yaitu pada 2003 sampai 2009. Ini merupakan inspirator Milan saat menjuarai ajang liga Champions musim 2006/07 dan menjadi pencetak gol terbanyak sekaligus pemain terbaik pada kompetisi ini. Pada tahun 2009, ia hijrah dari Italia menuju Spanyol dan bergabung dengan rela Madrid. Nilai transfernya saat itu sebesar 65 juta euro, banyak pihak mengharapkan Kaka dapat menjadi kapten AC Milan, namun ia lebih ingin bermain bersama Real Madrid, dan impiannya terkabul.
3. Van Basten : Van Basten merupakan salah satu pesepakbola berbakat yang pernah ada. Pada Maret 2007, majalah sky sports menempatkan dirinya di posisi teratas sebagai pemain sepakbola terbaik dengan karir yang singkat. Cedera yang membuat karirnya hancur, namun Basten sudah menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya pemain yang hebat.
4. Nordahl : Nordahl dianggap sebagai pesepakbola terbaik dan terhebat dalam sejarah sepakbola Swedia. Tetapi yang membuat ia masuk daftar sebagai legenda AC Milan bukanlah itu, namun karena rekor dari golnya yang sampai saat ini belum ada yang bisa memecahkan.
Itu tadi beberapa legenda pemain sepakbola AC Milan. Semoga berguna.

Sejarah singkat dan profil pemain legenda AC MILAN

SEJARAH AC MILAN
Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada tahun 16 Desember 1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepak bola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C. 3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia. Pada 1908, sebagian
pemain dari Italia dan para pemain dari Swiss yang tidak menyukai dominasi orang Italia dan Inggris dalam skuad inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale.

GreNoLi
Pada dekade 50-an, Milan ditakuti di bidang sepak bola dunia karena mempunyai trio GreNoLi , yang terdiri atas Gunnar Gren , Gunnar Nordahl , dan Nils Liedholm .Ketiganya merupakan pemain asal Swedia. Gren dan Nordahl beroperasi di sektor depan sebagai striker, sementara Liedholm mendukung serangan sebagai penyerang bayangan (playmaker). Tim di masa ini juga dihuni oleh sekelompok pemain-pemain berkualitas pada masanya, seperti Lorenzo Buffon, Cesare Maldini, dan Carlo Annovazzi. Kemenangan tersukses AC Milan oleh Juventus tercipta 5 Februari 1950, dengan skor 7-1, dan Gunnar Nordahl mencetak hat-trick.

Era Nereo Rocco
Milan kembali memenangi musim 1961/1962. Pelatihnya saat itu adalah Nereo Rocco, pelatih sepak bola yang inovatif, yang dikenal sebagai penemu taktik catenaccio (pertahanan gerendel/berlapis). Di dalam tim termasuk Gianni Rivera dan José Altafini yang keduanya masih muda. Musim berikutnya, dengan gol Altafini, Milan memenangkan Piala Eropa pertama mereka (kemudian dikenal sebagai Liga Champions UEFA) dengan mengalahkan Benfica 2-1. Ini juga merupakan pertama kalinya sebuah tim Italia memenangkan Piala Eropa.
Meskipun begitu, selama tahun 1960-an piala kemenangan Milan mulai menyusut , terutama karena perlawanan berat dari Inter yang dilatih Helenio Herrera. Scudetto berikutnya tiba hanya di 1967/1968, berkat gol Pierino Prati, topskor Seri A di musim itu, Piala Winners berhasil direbut ketika mengalahkan Hamburger SV, dan juga berkat dua gol dari Kurt Hamrin. Musim selanjutnya AC Milan memenangkan Piala Eropa kedua (4-1 untuk AFC Ajax), dan pada 1969 memenangkan Piala Interkontinental pertama, setelah mengalahkan Estudiantes de La Plata dari Argentina dalam dua leg dramatis (3-0, 1-2).

Scudetto kesepuluh dan Seri B
Di tahun 1970, Milan merebut tiga gelar Coppa Italia dan gelar Piala Winners kedua; namun, tujuan utama Milan adalah scudetto kesepuluh, yang berarti mendapatkan "bintang" untuk tim (di Italia,setiap tim yang meraih 10 gelar liga mendapat bintang yang disemat di bajunya). Di 1972 mereka meraih semifinal Piala UEFA, kalah dari pemenang sesungguhnya, Tottenham Hotspur. Musim 1972/1973 mereka hampir memenangkan scudetto kesepulh, namun gagal karena hasil kalah menyakitkan dari Hellas Verona F.C. di pertandingan terakhir musim. AC Milan menunggu sampai musim 1978/1979 untuk meraih scudetto kesepuluh mereka, yang dipimpin oleh Gianni Rivera, yang pensiun dari dunia sepak bola setelah membawa timnya meraih kemenangan tersebut.
Namun, hasil terburuk datang kepada "Rossoneri": setelah memenangkan musim 1979/1980, Milan didegradasi ke Seri B oleh F.I.G.C, bersama S.S. Lazio, karena terlibat skandal perjudian Totonero 1980. Di 1980/1981, Milan dengan mudah menjuarai Seri B, dan kembali ke Seri A, di mana penyakit tersebut terulang di musim 1981/1982, Milan terdegradasi kembali.

the Dream Team
Kedatangan Berlusconi
Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli. 

Era Sacchi

Sacchi memenangkan Seri A musim 1987-1988. Di 1988-1989, Milan memenangkan gelar Liga Champions ketiganya, mempecundangi Steaua Bucureşti 4-0 di final, dan gelar Piala Interkontinental kedua mengalahkan National de Medellin (1-0, gol tercipta di babak perpanjangan waktu). Tim mulai mengulangi kejayaan mereka di musim-musim berikutnya, mengalahkan S.L. Benfica, dan Olimpia Asunción di 1990. Skuad kemenangan Eropa mereka adalah:
Kiper : Giovanni Galli
Bek : Mauro Tassotti -- Alessandro Costacurta -- Franco Baresi -- Paolo Maldini
Gelandang : Angelo Colombo -- Frank Rijkaard -- Carlo Ancelotti -- Roberto Donadoni
Penyerang : Ruud Gullit -- Marco van Basten

Era Capello
Saat Sacchi meninggalkan Milan untuk melatih Italia, Fabio Capello dijadikan pelatih Milan selanjutnya, dan Milan meraih masa keemasannya sebagai Gli Invicibli (The Invicibles) dan Dream Team. Dengan 58 pertandingan tanpa satu pun kekalahan Invicibli membuat tim impian di semua sektor seperti Baresi, Costacurta, dan Maldini memimpin pertahanan terbaik, Marcel Desailly, Donadoni, dan Ancelotti di gelandang, dan Dejan Savićević, Zvonimir Boban, dan Daniele Massaro bermain di sektor depan. Pada saat dilatih Capello ini, Milan pernah singgah ke Indonesia dalam rangka tur musiman dan melawan klub lokal Persib Bandung. Pertandingan yang dimulai di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 4 Juni 1994 itu dimenangkan Milan dengan skor telak 8-0. Gol kemenangan Milan dicetak oleh Dejan Savićević ('17)('18), Gianluigi Lentini ('26), Paolo Baldieri ('27)('48)('58), Christian Antigori ('68), dan Stefano Desideri ('78).

Masa masa sulit (Tabarez ke Terim)
1996-1997
Setelah kepergian Fabio Capello pada tahun 1996, Milan merekrut Oscar Washington Tabarez tetapi perjuangan keras di bawah kendalinya kurang berhasil dan mereka selalu kalah dalam beberapa pertandingan awal. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali kejayaan masa lalu, mereka memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan Tabarez. Milan mendapatkan tamparan keras kekalahan terburuk mereka di Seri A, dipermalukan oleh Juventus F.C. di rumah mereka sendiri San Siro dengan skor 1-4. Milan membeli sejumlah pemain baru seperti Ibrahim Ba, Christophe Dugarry dan Edgar Davids. Milan berjuang keras dan mengakhiri musim 1996-1997 di peringkat kesebelas di Seri A.

1997-1998
Sacchi digantikan dengan Capello di musim berikutnya. Capello yang menandatangani kontrak baru dengan Milan merekrut banyak pemain potensial seperti Kristen Ziege, Patrick Kluivert, Jesper Blomqvist, dan Leonardo; tetapi hasilnya sama buruk dengan musim sebelumnya. Musim 1997-1998 mereka berakhir di peringkat kesepuluh. Hasil ini tetap tidak bisa diterima para petinggi Milan, dan seperti Sacchi, Capello dipecat.

1998-1999
Dalam pencarian mereka untuk seorang manajer baru, Alberto Zaccheroni menarik perhatian Milan. Zaccheroni adalah manajer Udinese yang telah mengakhiri musim 1997-1998 pada peringkat yang tinggi di tempat ke-3. Milan mengontrak Zaccheroni bersama dengan dua orang pemain dari Udinese, Oliver Bierhoff dan Thomas Helveg. Milan juga menandatangani Roberto Ayala, Luigi Sala dan Andres Guglielminpietro dan dengan formasi kesukaan Zaccheroni 3-4-3, Zaccheroni membawa klub memenangkan scudetto ke-16 kembali ke Milan. Starting XI adalah: Christian Abbiati; Luigi Sala, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini; Thomas Helveg, Demetrio Albertini, Massimo Ambrosini, Andres Guglielminpietro; Zvonimir Boban, George Weah, Oliver Bierhoff.

1999-2000
Meskipun sukses di musim sebelumnya, Zaccheroni gagal untuk mentransformasikan Milan seperti The Dream Team dulu. Pada musim berikutnya, meskipun munculnya striker Ukraina Andriy Shevchenko, Milan mengecewakan fans mereka baik dalam Liga Champions UEFA 1999-2000 ataupun Seri A. Milan keluar dari Liga Champions lebih awal, hanya memenangkan satu dari enam pertandingan (tiga seri dan dua kalah) dan mengakhiri musim 1999-2000 di tempat ke-3. Milan tidaklah menjadi sebuah tantangan bagi dua pesaing scudetto kala itu, S.S. Lazio dan Juventus.

2000-2001
Pada musim berikutnya, Milan memenuhi syarat untuk Liga Champions UEFA 2000-2001 setelah mengalahkan Dinamo Zagreb agregat 9-1. Milan memulai Liga Champions dengan semangat tinggi, mengalahkan Beşiktaş JK dari Turki dan raksasa Spanyol FC Barcelona, yang pada waktu itu terdiri dari superstar internasional kelas dunia, Rivaldo dan Patrick Kluivert. Tapi performa Milan mulai menurun secara serius, seri melawan sejumlah tim (yang dipandang sebagai kecil/lemah secara teknis untuk Milan), terutama kalah 2-1 oleh Juventus di Seri A dan 1-0 untuk Leeds United. Dalam Liga Champions putaran kedua, Milan hanya menang sekali dan seri empat kali. Mereka gagal untuk mengalahkan Deportivo de La Coruña dari Spanyol di pertandingan terakhir dan Zaccheroni dipecat. Cesare Maldini, ayah dari kapten tim Paolo, diangkat dan hal segera menjadi lebih baik. Debut kepelatihan resmi Maldini di Milan dimulai dengan menang 6-0 atas A.S. Bari, yang masih memiliki senjata muda, Antonio Cassano. Itu juga di bawah kepemimpinan Maldini bahwa Milan mengalahkan saingan berat sekota Internazionale dengan skor luar biasa 6-0, skor yang tidak pernah diulang dan di mana Serginho membintangi pertandingan. Namun, setelah bentuk puncak ini, Milan mulai kehilangan lagi termasuk kekalahan 1-0 yang mengecewakan untuk Vicenza Calcio, dengan satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak oleh seorang Luca Toni. Terlepas dari hasil ini, dewan direksi Milan bersikukuh bahwa Milan mencapai tempat keempat di liga di akhir musim, tapi Maldini gagal dan tim berakhir di tempat keenam.

2001-2002
Milan memulai musim 2000-2001 dengan lebih banyak penandatanganan kontrak pemain bintang termasuk Javi Moreno dan Cosmin Contra yang membawa Deportivo Alavés ke putaran final Piala UEFA. Mereka juga menandatangani Kakha Kaladze (dari Dynamo Kyiv), Rui Costa (dari AC Fiorentina), Filippo Inzaghi (dari Juventus), Martin Laursen (dari Hellas Verona), Jon Dahl Tomasson (dari Feyenoord), Ümit Davala (dari Galatasaray) dan Andrea Pirlo (dari Inter Milan). Fatih Terim diangkat sebagai manajer, menggantikan Cesare Maldini, dan cukup sukses. Namun, setelah lima bulan di klub, Milan tidak berada di lima besar liga dan Terim dipecat karena gagal memenuhi direksi harapan.

Era Ancelotti
Terim digantikan oleh Carlo Ancelotti, meskipun rumor bahwa Franco Baresi akan menjadi manajer baru. Terlepas dari masalah cedera pemain belakang Paolo Maldini, Ancelotti berhasil dan mengakhiri musim 2001-02 dalam peringkat empat, tempat terakhir untuk di Liga Champions. Starting XI pada saat itu adalah Christian Abbiati; Cosmin Contra, Alessandro Costacurta, Martin Laursen, Kakha Kaladze, Gennaro Gattuso, Demetrio Albertini, Serginho; Manuel Rui Costa; Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi. Ancelotti membawa Milan meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2002/2003 ketika mengalahkan Juventus lewat drama adu penalti di Manchester, Inggris. Milan terakhir kali meraih gelar prestisus dengan merebut juara Liga Italia pada musim kompetisi 2003/2004 sekaligus menempatkan penyerang Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Italia, maka rossoneri-pun semakin ditakuti.

Pasang surut 2006-2008
Milan saat menghadapi corner di suatu pertandingan musim 2005/2006
Pada musim kompetisi Liga Italia Seri A 2006/2007, Milan terkait dengan skandal calciopoli yang mengakibatkan klub tersebut harus memulai kompetisi dengan pengurangan 8 poin. Meskipun begitu, publik Italia tetap berbangga karena di tengah rusaknya citra sepak bola Italia akibat calciopoli, Milan berhasil menjuarai kompetisi sepak bola yang paling bergengsi di dunia, Liga Champions. Hasil itu didapat setelah Milan menaklukkan Liverpool 2-1 lewat dua gol Filippo Inzaghi. Gelar inipun menuntaskan dendam Milan yang kalah adu penalti dengan Liverpool dua tahun silam. Gelar pencetak gol terbanyakpun disabet pemain jenius Milan, Kaká dengan torehan 10 gol. Pada pertengahan musim, Milan mendatangkan mantan pemain terbaik dunia, Ronaldo dari Real Madrid untuk memperkuat armada penyerang mereka setelah penyerang muda Marco Borriello dihukum karena terbukti doping. Musim 2007/2008, Milan terpaksa bermain di kompetisi Piala UEFA setelah hanya berhasil menduduki peringkat ke-5 dibawah Fiorentina dengan selisih 2 poin. Dalam pertandingan Serie A yang terakhir, Milan menang 4-1 atas Udinese, tapi di saat bersamaan, Fiorentina juga menang atas Torino dengan skor 1-0 yang akhirnya posisi kedua tim tak ada perubahan. Untuk memperbaiki performa di musim berikut (2008/2009), Milan membeli sejumlah pemain baru, di antaranya Mathieu Flamini dari Arsenal, serta Gianluca Zambrotta dan Ronaldinho yang keduanya berasal dari Barcelona. Pada transfer paruh musim 2008/2009, Milan mendatangkan David Beckham dengan status pinjaman dari klub sepak bola Amerika Serikat LA Galaxy.

Pasca-Ancelotti
Era Leonardo
Pada akhir musim 2008/2009,Milan menempati peringkat ke-3 klasemen liga Serie A, dua peringkat di bawah rival sekota, Internazionale yang meraih scudetto dan di bawah Juventus. Untuk memperbaiki hasil yang kurang memuaskan ini, Milan mendatangkan pelatih muda yang sekaligus mantan pemain Milan era 90-an, Leonardo untuk menggantikan pelatih Milan sebelumnya, Ancelotti yang "hijrah ke London", tepatnya klub Chelsea F.C.. Milan juga terpaksa melepas beberapa pemainnya, antara lain:

  • Kaka, pindah ke Real Madrid .Nilai transfernya ± 67 juta Euro
  • Paolo Maldini, bek legendaris Milan ini memutuskan untuk pensiun
  • Yoann Gourcuff, memutuskan untuk tetap di Bordeaux.
Masalah terbesar yang mengganjal transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège dengan status bebas transfer dan Klaas-Jan Huntelaar eks striker Real Madrid dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus.
Musim 2009/2010 diawali Milan dengan hasil yang tidak memuaskan. Bermula ketika Milan meraih hasil imbang 2-2 melawan Los Angeles Galaxy, seterusnya, Milan terus menuai hasil negatif. Milan terperosok di ajang World Football Challange 2009. Di ajang Audi Cup, Milan juga kalah oleh Bayern Munich dengan skor 1-4. Bahkan, ketika menghadapi derby 30 Agustus 2009 melawan Internazionale di San Siro, Milan kalah memalukan dengan skor 0-4, sekaligus memecahkan rekor kemenangan terbesar Inter di San Siro.
Pertengahan Oktober 2009, penilaian berbagai pihak tentang kinerja Leonardo sebagai pelatih yang tadinya berada di titik terendah akibat serentetan performa buruk, mulai terdongkrak dengan berhasilnya Leonardo memimpin Milan mengalahkan AS Roma 2-1 di San Siro[3]. Setelah kemenangan itu, Milan juga menuai hasil positif di Stadion Santiago Bernabéu dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid 3-2[4]. Dan setelah itu, Milan kembali menuai kemenangan atas Chievo Verona di Stadio Marc'Antonio Bentegodi, kandang Chievo, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Pada 1 November 2009, Milan mengalahkan Parma F.C. di San Siro 2-0[5] sekaligus mengantarkan Milan ke peringkat 4 klasemen sementara (Zona masuk Liga Champions terakhir). Pada 19 November 2009, kekalahan 0-2 Juventus F.C. dari Cagliari membuat Milan berada di posisi runner-up di bawah Internazionale; karena, beberapa jam setelah kekalahan Juventus, Milan memenangkan pertandingannya dengan Catania, 2-0[6].
Memasuki bagian akhir musim Serie A April 2010, Milan yang tengah berada di peringkat ketiga dan hanya selisih 4 poin dari peringkat pertama kelasemen AS Roma, dan hanya berjarak 1 poin dengan peringkat kedua Inter Milan. Namun pada akhirnya Milan harus takluk dua kali berturut-turut dari Sampdoria 2-1, dan dari Palermo dengan skor 3-1. Dengan kekalahan tersebut, impian Milan untuk meraih gelar musim ini pupus. Pada pertandingan di giornata terakhir Seri A 2009/2010 antara Milan melawan Juventus, Leonardo memimpin Milan mengalahkan Juventus 3-0 di San Siro[7], sekaligus memberi kontribusi terakhirnya bagi rossoneri, dan mengumumkan bahwa ia akan berhenti melatih Milan untuk musim depan.[8] Sejak mundurnya Leonardo, banyak spekulasi yang berpendapat mengenai pelatih baru Milan, tetapi pada 25 Juni 2010, secara mengejutkan pihak Milan mengumumkan untuk memilih Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.[9] 

Era Allegri
Musim 2010/2011, Milan dipimpin oleh Massimiliano Allegri, dengan berbagai pembaruan mulai dari sponsor (bwin.com digantikan Emirates), hingga lini pemain. Di akhir bursa transfer, secara mengejutkan Milan memboyong Zlatan Ibrahimovic dari F.C. Barcelona (dengan opsi pinjaman dan pembelian 24 juta Euro di akhir musim), dan Robinho dari Manchester City.


1 GK Marco Amelia
4 MF Mark van Bommel
7 FW Alexandre Pato
8 MF Gennaro Ivan Gattuso (Wakil Kapten)
9 FW Filippo Inzaghi
10 MF Clarence Seedorf
11 FW Zlatan Ibrahimovic
13 DF Alessandro Nesta
14 MF Rodney Strasser
15 DF Sokratis Papastathopoulos
16 MF Mathieu Flamini
17 DF Massimo Oddo
18 DF Marek Jankulovski
19 DF Gianluca Zambrotta
20 MF Ignazio Abate
21 MF Andrea Pirlo


No.
Pos. Nama
23 MF Massimo Ambrosini ( Kapten)
25 DF Daniele Bonera
27 MF Kevin-Prince Boateng
28 MF Urby Emanuelson
30 GK Flavio Roma
32 GK Christian Abbiati
33 DF Thiago Emiliano da Silva
35 DF Dídac Vilà
52 MF Alexander Merkel
66 DF Nicola Legrottaglie
70 FW Róbson Robinho de Souza
76 DF Mario Yepes
77 DF Luca Antonini
90 FW Nnamdi Oduamadi
99 FW Antonio Cassano

Ac.Milan Legend 1899 ( Herbert Kilpin )
Herbert Kilpin (lahir di Nottingham, Inggris, 24 Januari 1870 –  meninggal 22 Oktober 1916 pada umur 46 tahun) adalah pesepakbola asal Inggris. Ia memulai kariernya di kampung halamannya, Nottingham dan bermain untuk Notts Olympic. Selanjutnya, ia bermain untuk Saint Andrews, sebelum ia berpindah ke Italia tahun 1891 dan menjadi anggota Internazionale Torino. Pada tahun 1898, ia pindah ke Milan. Di sana, ia bersama temannya, Alfred Edwards mendirikan Milan Cricket and Football Club, cikal bakal klub raksasa Italia, AC Milan. Kilpin menjadi kapten pertama Rossoneri, dan juga sebagai pelatih pertama. Dia bermain selama delapan musim di Milan dan memenangi tiga gelar lokal (1901, 1906, 1907). Ia berhenti berkarier bersama Milan saat pemain non-Italia dilarang bermain dalam liga. Saat Perang Dunia II berkecamuk, ia tetap di Italia, sampai ia meninggal tahun 1916. Dia dikremasi di Milan Muncipal Cemetery, Milan. Pada tahun 1990 ia dikremasi ulang di Monumental Graveyard dan AC Milan menyumbang sebuah batu nisan sebagai tanda penghormatan.
Biodata :
Nama lengkap Herbert Kilpin Tanggal lahir 24 Januari 1870 Tempat lahir    Nottingham, Inggris Tanggal wafat    22 Oktober 1916 Posisi bermain  Bek Gelandang Klub senior
Tahun       Klub                        Tampil     (Gol)
18??- ??     Notts Olympic                 ?          (?)
18??- ??     Saint Andrews                ?          (?)       
1891-99     Internazionale Torino       ?          (?)
1900-07     AC Milan                        27         (7)

HERBERT KILPIN, SANG PIONEER

Herbert Kilpin
(24 Januari 1870 – 22 Oktober 1916)

Herbert Kilpin, si bungsu dari sembilan bersaudara, lahir pada tanggal 24 Januari 1870 dari pasangan Edward Kilpin dan Sarah Smith, di sebuah rumah sekaligus toko daging milik Edward yang beralamat di 129 Mansfield Road, Nottingham, Inggris. Tumbuh sebagai anak tukang daging (seorang tukang daging jaman itu adalah seorang yang kaya), membuat Kilpin kecil memiliki kesempatan untuk sekolah dan belajar ilmu perdagangan dalam industri tekstil. Dan setelah setelah menyelesaikan studinya, Kilpin bekerja sebagai seorang asisten di sebuah gudang tekstil renda di kota itu. (Nottingham terkenal karena industri tekstil renda).

Masa remaja Kilpin adalah masa-masa di mana sepakbola, sebuah olahraga baru waktu itu, sedang naik daun dan dengan cepat memiliki banyak penggemar, termasuk Kilpin muda. Ia adalah seorang pemain bola yang handal, dan pada umur 13 tahun sudah menjadi pemain dari sebuah klub amatir yang kecil, Garibaldi Nottingham. Nama klub tersebut diambil dari nama pahlawan nasional Italia, Giuseppe Garibaldi. Warna merah adalah warna kebesaran klub tersebut, merujuk pada warna tradisional Garibaldi.

(Pada sebuah interview di tahun 1915, Kilpin mengungkapkan bahwa warna Merah ini selalu dibawa di dalam hatinya karena sangat mengagumkan, dan kelak dikombinasikan dengan warna Hitam, warna kostum yang menjadi tradisi dalam kehidupan sosial di kota Milan.)

Karir sepakbola Kilpin berlanjut ketika ia bermain untuk Notts Olympic. Selanjutnya, ia bermain untuk Saint Andrews, sebuah tim yang bernaung di bawah sebuah yayasan gereja, dekat Forest Recreation Ground di Gregory Boulevard, di mana ia bermain sebagai seorang bek dan gelandang.

Jumat, 15 November 2013

Cara Bertahan Ala Franco Baresi

 
 
 
Franco Baresi
 
 
Franco Baresi.. sang maestro sepakbola, seorang legenda sekaligus mantan kapten Milan di era Dream Team berbicara kepada majalah FourFourTwo tentang seni dalam bertahan.

SABAR
“Seorang bek harus memiliki keberanian. Ia harus siap menjegal dan bertarung dengan pemain yang lebih besar. Anda bisa mempelajari kemampuan menekel dengan cara berlatih man-to-man dan satu lawan satu. Sebagai bek anda pasti menginginkan menjadi agresif tetapi tanpa harus melakukan foul. Jika lawan anda memegang bola dan anda menjadi bek, dia akan mencoba menjauhi bola dari anda. Ketika dia bergerak, saat itulah anda beraksi. Tunggu dan rebut pada saat yang tepat."
DISIPLIN
"Marking itu mematikan karena munculnya zonal marking, tetapi saya rasa lebih penting bagi seorang bek adalah belajar disiplin. Saat anda memainkan zonal marking anda tidak menjaga lawan tetapi ketika sebuah umpan datang baru anda memperhatikan lawan -Jika tidak, lawan akan mencetak gol!. Dan ingat, jika lawan lebih besar dari anda dan bagus dalam duel udara, mereka biasanya tidak begitu bagus dalam urusan teknik- Jadi anda harus bisa mengontrol permainan dalam bola-bola bawah." 
BERMAIN SEBAGAI TIM
"Seberapa cepat anda bergerak - kedepan, samping, kebelakang. Untuk mendapatkan keuntungan dalam situasi satu lawan satu anda harus cepat dalam bergerak. Ini bukan hanya menjadi cepat sebagai individu, tetapi sebagai sebuah tim. Di AC Milan kita mencapai tingkat di mana kami berada satu orang, bergerak pada posisinya, di waktu yang tepat, di segala penjuru. Dalam latihan kami memulai dengan satu lawan satu, kemudian dua lawan dua, empat lawan enam dan empat vs delapan. Permainan empat lawan delapan mengajarkan kita bagaimana untuk menghentikan perlawanan dan memaksa mereka untuk bermain bola panjang."
BERSIAP UNTUK YANG TERBURUK
"Konsentrasi dan kepercayaan sangat penting bagi seorang bek. Semakin anda berpikir sebagai seorang bek, anda menjadi lebih hati-hati. Anda tahu kapan itu lebih baik untuk menjaga lawan dan menjadi agresif atau mengambil keputusan? Latihan adalah rahasia untuk meningkatkan keyakinan diri karena anda mensimulasikan situasi permainan yang akan anda hadapi dalam sebuah pertandingan. Siapkan untuk yang terburuk dalam latihan sehingga ketika saat bermain anda akan tenang dan telah siap. Anda tahu bagaimana menangani situasi apa pun. "
MENYERANG DARI BELAKANG
"Nyaman dengan bola itu sangat penting bagi seorang bek, karena anda bisa memulai serangan. Giring bola kedepan dan mainkan umpan-umpan pendek ke pemain tengah, atau langsung arahkan pada striker. Pemain yang terorganisasi dengan baik & kompak jaraknya tidak pernah lebih dari 10-15 meter satu sama lain. Saat kehilangan bola, langsung press secara ketat. Jangan mundur dan mengundang tekanan. Jadilah positif. "
PERSIAPAN DILUAR LAPANGAN
"Sangat penting tetap berada pada bentuk tubuh ideal. Bagaimana anda menjaga diri sendiri itu berarti banyak. Diet dan profesionalisme sangat penting jika anda ingin terus bermain untuk waktu yang lama. Bagaimana anda berlatih dan mempersiapkan diri sama pentingnya dengan apa yang anda lakukan di lapangan. Ketika saya siap dan terlatih dengan baik, saya lebih percaya diri. Saya akan lari ke lapangan dan saya tidak takut. Jika tim memiliki etos ini dan anda semua percaya di dalamnya, ada harmoni antara semua pemain dan tim menjadi lebih kuat.

Sheikh Al Maktoum Beli Saham AC Milan?

Dalam beberapa hari terakhir rumor mengenai penjualan beberapa saham Silvio Berlusconi di AC Milan menyeruak di seluruh media, dan dilaporkan bahwa Mohammed bin Rashid Al Maktoum akan bertemu Berlusconi.



Al Maktoum adalah wakil presiden Uni Emirate Arab dan sepupu dari Ahmed bin Saeed Al Maktoum, pemilik Fly Emirates (sponsor utama Rossonerri sampai tahun 2015).
Menurut Corriere dello Sport dan Sportmediaset (Mediaset adalah milik Silvio Berlusconi), Al Maktoum tertarik memasukkan salah satu wakilnya ke manajemen Milan dan siap membeli saham mantan perdana mentri Italia tersebut yang mencapai 25%, atau sekitar €200 juta.
Menurut laporan, pertemuan antara wakil presiden UAE, Berlusconi dan Adriano Galliani direncanakan berlangsung jum'at depan, namun telah ditunda ke tanggal yang tak diketahui. Di masa lalu juga diberitakan bahwa Al Maktoum ingin membeli 35% saham Milan senilai €500 juta tetapi berita tersebut dibantah dengan cepat. 
Mediaset mengindikasikan bahwa Milan berpikir untuk membeli stadion San Siro dengan uang yang masuk dari pebisnis asal Dubai tersebut. Saat ini, kontrak dengan kota Milan terikat sampai 2016. Dulu, Milan pernah mencoba membeli San Siro tetapi batal karena terdapat banyaknya tuntutan yang berlebihan menurut Galliani. Inter juga berencana membangun sendiri stadion baru.
Corriere dello Sport juga mengatakan bahwa Berlusconi bisa menggunakan uangnya untuk mendanai impian besarnya yaitu mendatangi seorang megabintang Cristiano Ronaldo.

FOKUS: Lima Aspek Pembenahan AC Milan Melalui Revolusi Barbara Berlusconi

Setelah mengetahui seluk beluk AC Milan, putri Silvio Berlusconi itu ingin mengembalikan kejayaan tim dengan membangun lagi klubnya dari awal.

Barbara Berlusconi mulai bergerak di AC Milan. Menurut artikel yang diterbitkan ANSA minggu lalu, putri dari Silvio Berlusconi itu meminta izin ayahnya untuk melakukan revolusi di AC Milan. Lady B, sapaan akrabnya oleh media Italia, berencana tak hanya mengubah arah klub, tapi juga mengubah kepemimpinan di tim, yang membuatnya langsung berurusan dengan CEO Adriano Galliani.

Lady B memang mendapatkan dukungan dari ayahnya, tapi mantan Perdana Menteri Italia itu juga memiliki kedekatan dengan Galliani. Bahkan, bersamanya, mereka pernah menjadikan AC Milan sebagai kekuatan dominan di jagat sepakbola Eropa.

Namun, Lady B adalah wanita dengan rencana dan di bawah ini, kami mendapatkan lima hal yang ingin ia lakukan untuk mengembalikan kejayaan Rossoneri...

Barbara tak lagi menjadi putri dari Silvio Berlusconi saat ANSA menerbitkan artikel mereka. Artikel yang ada menegaskan bahwa dirinya bukan lagi seorang tamu di rumah seseorang, bukan sekadar lewat. Lady B telah keluar dari bayang-bayang dan langsung berusaha menunjukkan kontribusinya.

Ia masuk ke San Siro dengan sendirinya. Ia mengamati, belajar dan memahami apa yang ada di depannya. Ia selalu menghormati peran setiap orang dan terus berada di sisi lapangan. Sampai sekarang. Saat ini, ia sudah merasa siap memberikan klub identitas yang baru. Meski membantah akan mendepak Galliani, ia mengakui harus ada perubahan filosofi klub. Secara khusus, Lady B ingin memisahkan sukses masa lalu dan menghadapi masa depan dengan berbeda, dengan jalan yang lebih dinamis.

Untuk bisa melakukannya, ia harus menghadapi tantangan sebuah tradisi. Ia harus menghadapi kekuatan yang saat ini dipegang Galliani. Silvio pastinya ingin keduanya saling bekerja sama, tapi bisa menyatukan kedua pihak dengan karakter yang berbeda 180 derajat bukan hal yang mudah. Bahkan akan sulit menavigasi sebuah kapal jika dua orang mendayung ke arah yang berlawanan.


2.MENGEMBALIKAN DNA MILAN YANG LAMA: MENARIK KEMBALI MALDINI



Lucu memang bila di setiap pembaharuan selalu melibatkan orang-orang di masa lalu. Paolo Maldini pantas menjadi personifikasi dari AC Milan, traktif, berbakat dan sukses. Ia mengenakan jersey Rossoneri selama bertahun-tahun, menunjukkan gaya AC Milan, yang sepertinya sudah hilang belakangan ini. Mengakhiri masa pengasingan dirinya mungkin bisa mengembalikan DNA klub dan menghapus rasa malu.

Mengembalikan Maldini ke klub akan membantu Berlusconi menjauhkan proyeknya dari rezim lama. Malah, bukan lagi menjadi rahasia Galliani tak pernah memiliki rapor bagus bersama mantan kapten AC Milan itu. Masalahnya adalah bagaimana menemukan peran yang tepat buat Maldini di klub. Pastinya peran tersebut harus terlegitimasi, bukan sekadar sebagai duta klub. Pertanyaannya, apakah ia memiliki kemampuan manajerial?

JERSEY TERBARU TIMNAS JERMAN

Jersey kandang Jerman akhirnya dirilis adidas sebagai persiapan tim menuju Piala Dunia 2014.

Seragam terbaru yang akan digunakan Die Mannschaft di Brasil itu terlihat tak banyak berubah seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan menjaga tradisi, warna putih tetap dominan.

Jersey ini memiliki desain berlambang bak pangkat di bagian dada atas, dengan tiga strip garis V bergradasi warna merah menonjol dan sedikit sentuhan hitam.

Di bagian itu, terhias logo timnas Jerman di sebelah kiri dengan tiga bintang membentang di atasnya, sebagai lambang kesuksesan tim Panser yang pernah memenangkan Piala Dunia tahun 1954, 1974 dan 1990. Desain V di bagian dada ini terlihat sangat selaras dengan logo adidas di sebelah kiri.

Bagian belakang jersey memiliki garis sempit yang terletak di bawah bahu. Garis-garis itu menggambarkan warna dari bendera Jerman dan dilengkapi sebuah teks bertulis 'DIE NATIONALMANNSCHAFT'.

Selebihnya, seperti kebanyakan jersey garapan adidas lainnya, di bagian bahu samping hingga lengan, desain tiga garis -- yang memang identik dengan logo adidas -- tetap menjadi andalan.

Di sore hari dengan cuaca yang bersahabat, Selasa [12/11] waktu setempat, skuat asuhan Joachim Low berkeliling kota memperkenalkan seragam home anyar mereka yang bakal dipakai di Brasil tahun depan. Sejumlah warga pun antusias menyambut perkenalan jersey ini secara publik.